Pada tahun 1998-1999, jumlah korban melonjak karena Kenya pada saat itu juga terkena bencana La Nina, dimana bencana itu juga akhirnya menyebabkan kekeringan dan kelaparan. Pada masa itu juga, banyak ternak yang pindah ataupun mati karena kekurangan air dan penyakit. Bencana inipun akhirnya juga berimbas pada tahun berikutnya, yang menelan jumlah korban semakin banyak. Di tahun 2009-2010, jumlah korban akibat kekeringan kembali melonjak. Hal tersebut dikarenakan kekeringan di tahun tersebut parah dan menyebabkan kegagalan panen.
Beberapa faktor yang menyebabkan kekeringan di Kenya :
- Kekurangan kapasitas penyimpanan air.
- Meningkatnya pengrusakan hutan.
- Buruknya memanajemen lahan di Kenya.
- Lokasi menanam tananam di sembarang tempat (mis : di pinggir sungai = erosi).
- Pemerintah tidak mengatur kebijakan distribusi air.
- Pembagian air tiap daerah tidak merata.
- Di pertumbuhan ekonomi = tahun 1999-2001, uang sebesar $2.5milyar habis hanya untuk mengatasi kekeringan saja.
- Di ketersediaan pangan = mata pencaharian utama penduduk Kenya adalah agrikultur. Akibat kekeringan, Kenya menggantungkan diri pada bahan makanan dari PBB serta 40% penduduk Kenya mengalami kekurangan gizi.
- Di biodiversitas = Kenya juga menggantungkan diri pada bahan makanan dari hutan. Perubahan iklim ini akan mempengaruhi habitat spesies tertentu.
- Di bidang energi = air yang banyak menguap akan menyebabkan pengurangan generasi hydro-electricity dan pengurangan listrik. Kemampuan produksi hydro-generation menurun dan harus diganti dengan fuel-based generation yang lebih mahal.
- Di bidang migrasi = karena banyak daerah yang mengalami kekeringan, sehingga banyak penduduk lokal yang bermigrasi ke daerah lain. Migrasi ini menyebabkan konflik karena persaingan lahan baru, penduduk yang migrasi ke kota menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat.











